Biaya website terdiri dari dua jenis: biaya sekali bayar untuk membuatnya, dan biaya tahunan supaya website tetap bisa diakses. Banyak orang hanya membandingkan yang pertama, padahal yang kedua akan Anda bayar setiap tahun selama website masih online.
1. Domain: alamat website Anda
Domain adalah nama seperti namausaha.com atau namausaha.id. Biayanya dibayar per tahun, dan kisarannya di Indonesia kira-kira:
- .com: sekitar Rp150.000–Rp250.000 per tahun
- .id: sekitar Rp200.000–Rp300.000 per tahun
- .co.id: sedikit lebih mahal, dan perlu dokumen usaha seperti NIB
Hati-hati dengan harga promo tahun pertama. Beberapa registrar menjual domain sangat murah di tahun pertama, lalu harga perpanjangannya naik berkali lipat. Yang lebih penting lagi: pastikan domain didaftarkan atas nama Anda, bukan atas nama jasa pembuat website.
2. Hosting: tempat website disimpan
Hosting adalah server tempat file website Anda disimpan. Untuk website usaha kecil, shared hosting atau hosting statis sudah lebih dari cukup, dengan kisaran Rp200.000 sampai Rp1.000.000 per tahun. Toko online besar atau aplikasi web butuh server yang lebih kuat, dan biayanya bisa jauh lebih tinggi.
3. SSL: gembok di address bar
SSL membuat website Anda diakses lewat https:// dan menghilangkan peringatan "Tidak Aman" di browser. Hari ini sebagian besar hosting sudah menyediakan SSL gratis. Kalau ada yang menagih biaya SSL terpisah untuk website usaha biasa, tanyakan alasannya.
4. Jasa pembuatan: biaya terbesar di awal
Di sinilah harga paling bervariasi. Gambaran kasar harga pasar di Indonesia:
| Jenis website | Kisaran harga pasar |
|---|---|
| Landing page (1 halaman) | Rp400.000 – Rp2.000.000 |
| Company profile (5–10 halaman) | Rp1.500.000 – Rp7.000.000 |
| Toko online | Rp3.000.000 – Rp20.000.000+ |
| Aplikasi web / sistem kustom | Rp15.000.000+ |
Perbedaan harga biasanya datang dari tiga hal: apakah desainnya dibuat khusus atau hanya template yang diganti teksnya, berapa banyak revisi yang diberikan, dan apakah konten (teks dan foto) disiapkan oleh jasa atau oleh Anda sendiri.
5. Perawatan: opsional, tapi pikirkan dari awal
Website yang jarang diubah, seperti landing page atau company profile, sebenarnya tidak butuh banyak perawatan. Tapi kalau website Anda memakai CMS seperti WordPress, plugin dan sistemnya perlu diperbarui rutin supaya tidak mudah diretas. Jasa perawatan umumnya berkisar Rp100.000 sampai Rp1.000.000 per bulan, tergantung cakupannya.
Bingung perlu CMS atau tidak? Kami bahas di artikel CMS atau website custom.
Contoh total biaya tahun pertama dan tahun berikutnya
Supaya lebih konkret, ini contoh untuk website usaha kecil satu halaman:
| Komponen | Tahun 1 | Tahun 2 dst. |
|---|---|---|
| Jasa pembuatan | Rp500.000 – Rp1.500.000 | – |
| Domain .com | Rp150.000 – Rp250.000 | Rp150.000 – Rp250.000 |
| Hosting | Rp200.000 – Rp500.000 | Rp200.000 – Rp500.000 |
| SSL | Gratis | Gratis |
| Perkiraan total | Rp850.000 – Rp2.250.000 | Rp350.000 – Rp750.000 |
Banyak jasa pembuatan website, termasuk kami, sudah memasukkan domain dan hosting tahun pertama ke dalam harga paket. Jadi saat membandingkan, pastikan Anda membandingkan paket yang isinya setara.
Harga di Go-Website Studio
Paket Starter kami Rp500.000 untuk website satu halaman, dan paket Bisnis Rp2.500.000 untuk hingga 6 halaman. Keduanya sudah termasuk domain, hosting, dan SSL tahun pertama, dengan perpanjangan Rp300.000 dan Rp600.000 per tahun. Rincian lengkapnya, termasuk total biaya 3 tahun, ada di halaman harga pembuatan website.
Punya penawaran lain yang ingin dibandingkan?
Kirim ke kami lewat WhatsApp. Kami bantu jelaskan isinya, gratis, walaupun akhirnya Anda tidak memilih kami.